Rabu, 20 Februari 2013

for you, i will...





Seorang pria berumur 19 tahun yang jatuh cinta pada wanita berumur 29 tahun. Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua. Untuk menghindari gosip murahan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing. Kehidupan mereka yang serba kekurangan untuk makan mereka mengkonsumsi rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temui di pegunungan. Dengan memakai peralatan dan perlengkapan apa adanya seperti tidak ada listrik dan sulit mendapatkan air. Namun pasangan ini melakukan segala sesuatunya bersama-sama.

Hingga satu ketika, setelah 2 tahun ditempat dipegunungan tersebut, sang pria mulai memahat anak tangga yang dibuatnya untuk memudahkan sang istri menapaki jalan turun dan naik gunung. Segalanya dilakukan sang pria untuk kekasih hatinya, istrinya, dengan setia memahat anak tangga tersebut dan dalam waktu 50 tahun anak tangga itu usai dibuatnya. Hingga suatu ketika sekelompok pengembara melakukan explorasi ke hutan tersebut, dan mereka sangat terkejut menemukan pasangan lanjut usia dengan anak tangga yang berjumlah 6000.

Salah satu anak dari pasangan ini menceritakan bagaimana ayahnya membuat anak tangga semata-mata untuk menyukakan ibunya, meskipun sang ibu tidak begitu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup penuh dengan damai, hingga diusia sang pria 72 tahun ketika pulang dari berladang, sang pria ini pingsan. Sang istri duduk terus berdoa bersama suaminya hingga akhirnya sang suami meninggal dalam pelukan sang istri. Karena sang pria begitu mencintai istrinya, genggamannya sangat sukar dilepaskan dari tangan istrinya.

“Kau telah berjanji akan merawatku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku bisa hidup tanpamu?” Selama beberapa hari sang istri terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006, Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan “anak tangga cinta” itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.  Dialah Liu Guojiang dan Xu Chaoqin. 


Robert mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor di Universitas International Colombia dengan alasan merawat istrinya yang sakit Alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak. Sehingga berperilaku seperti bayi, tidak bisa berbuat apapun bahkan untuk buang air kecil/besar ia harus dibantu. Alasan itulah yang membuat Robert untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri. Sebab Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.

Singkat cerita, tanggal 14 Februari 995 sebagai hari istimewa Robert & Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1984, Robert melamar Muriel.

Di hari istimewa tersebut Robert memandikan Muriel lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel. Menjelang tidur Robert mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa :

"Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin"

Keesokan pagi harinya, ketika Robert berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya, ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robert.

Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara atau memanggil dengan suara yang lembut dan bening, "sayangku... sayangku..."
Robert terkejut dan melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan ?" tanya Muriel.

Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robert, Muriel berbisik: "aku bahagia...!!"

Itulah kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robert, suaminya, sebelum akhirnya ia meninggal dunia....

Siapa tak kenal Mr. Bean yang selalu membuat kita tertawa disetiap aksinya.. ?

Dialah Robert Alkinson (Robertson McQuilkin) yang sangat mencintai dan merawat istrinya itu, Muriel.........

Luar biasa sekali blogger, 2 kisah cinta sejati yang menginspirasi kita semua. Kekuatan cinta yang dilakoni penuh dengan perjuangan. For you, I will..... untuk mu, saya akan lakukan apa saja... Untuk pasangan yang kita cintai, lakukanlah segalanya tanpa pamrih.

Jadilah pasangan pria dan wanita yang saling mencintai, sekalipun  terpisah jarak, ruang dan waktu, namun tetaplah saling mengasihi. Karena cinta sejati datangnya hanya satu kali dalam hidup kita.....  Selamat mengasihi satu dengan yang lainnya, karena hidup penuh kasih membawa damai dan panjang umur...... :)


Minggu, 17 Februari 2013

all about love

And love is not for judged,
Even when it has to go,
Then let it go with eternity in paradise

you everything to me

From every single word you say,
There's no lie I found,
From every promises you've made,
There's nothing you can deny,
If I have to choose than make it up only to you,
Cos you're the one for me,
You mean everthing to me,
You're my all, you're forever to me...

Selasa, 12 Februari 2013

mengakhiri dengan baik

Segala sesuatu permulaan apapun itu mulai kita lakukan, tentu kita berharap dapat dilakukan dengan baik. Dari memulai pekerjaan, memulai pendidikan, memulai berumah tangga, memulai bisnis, memulai pelayanan dan lain sebagainya. Apapun itu, pasti kita berharap berjalan dengan baik tanpa hambatan atau rintangan. Malahan, kita mau semua diawali dengan hal yang baik sehingga memiliki kesan tersendiri. Dan ketika selesai melakukannya, pasti kita senang dan bangga pada diri sendiri, apalagi kalau langsung membuahkan hasil.... hmmm... rasanya kepuasan batin tiada terkira :)

Mengawali dengan baik, maka diharapkan mengakhiri dengan baik pula. Sering kita dengar kata-kata bijak "datang baik-baik, pulang baik-baik" atau ada juga "masuk baik-baik, keluar juga baik-baik".

Apa akibat jika segala sesuatu dimulai dengan baik, namun diakhiri dengan tidak baik ? pasti nama baik & integritas kita akan hilang. Integritas dan nama baik yang berlalu begitu saja mengakibatkan hilangnya kepercayaan orang terhadap diri kita. Dan itu sangat merugikan kita sendiri. Bagaimana tidak ?? jika mengawali dengan baik, otomatis kepercayaan sudah dibangun sehingga orang lain percaya kepada kita, bahkan mungkin menjadi andalan (orang yang dapat diandalkan), lalu ketika kita didapati diujung tidak baik, maka pupus lah kepercayaan orang kepada kita.

Untuk mengembalikan kepercayaan itu lagi tidak semudah membalikkan tangan. Butuh perjuangan dan waktu yang menentukan. Bahkan sampai ajal pun bisa tetap kepercayaan itu tidak didapati. "Ngenes-nya...." ada sebagian orang bilang "pertandingan ditentukan bukan diawal, tapi di garis finish" Saya setuju dengan pendapat itu, walau akan lebih indah lagi jika pertandingan itu diawali dengan baik, maka sempurnalah pertandingan dikerjakan dan dampaknya pasti..... pujian, teladan dan sebagainya menjadi upah kita.

Untuk itu postingan saya berjudul "mengakhiri dengan baik" bukan "memulai dengan baik" karena rata-rata kita semua memulai segala sesuatu dengan baik. Biasa deh.... kan masih permulaan... (begitu komentar kita) 

Menjadi indah jika sesuatu diakhiri dengan baik. Akan menjadi kenangan yang manis, sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak. Bukan saja menyenangkan hati sendiri tapi tentunya menyenangkan untuk orang lain yang menerima kesan baik dari kita ketika kita mengakhirinya bersama dengan orang lain.
Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama, persoalannya nama baik atau nama buruk ? heeeee... ini lah yang dimaksud, kita semua pasti maunya nama baiklah.....

Kalau begitu yuks kita tinggalkan sesuatu dengan kebaikan-kebaikan hati kita agar tempat yang kita tinggali tetap harum dan indah karena ada kebaikan kita yang ditinggal disana.....





indah pada waktunya

ada waktu di hidup ku
pencobaan berat menekan
aku berseru mengapa ya Tuhan?
nyatakan kehendak Mu

jalan Tuhan bukan jalanku
jangan bimbang ataupun ragu
nantikan Tuhan jadikan semua
indah pada waktunya

pada Tuhan masa depanku
pada Tuhan ku serahkan hidup ku

nantikan Tuhan berkarya
indah pada waktunya

hari esok tiada ku tahu
namun tetap langkahku maju
ku yakin Tuhan jadikan semua
indah pada waktunya

@samarinda

Kamis, 07 Februari 2013

kasih itu tidak pura-pura

Film atau sinetron yang kita tonton akan mendapat penilaian dari penontonnya bagus jika ceritanya dapat ditangkap baik oleh penontonnya. Maka dari itu sering sekali sehabis menyaksikan film atau sinetron, kita mendengar orang-orang berkomentar tentang film atau sinetron tersebut dengan berapi-api seolah-olah sedang membicarakan sesuatu kejadian nyata, padahal sedang membicarakan film atau sinetron.

Cerita yang dilakoni oleh tokoh pemeran sudah pasti dilakukan dengan penuh penghayatan dan kekuatan yang maskimal. Makanya hasilnya menjadi baik. Tapi ingat...!!! itu cuma pura-pura loh....
Semua film dan sinetron yang kita tonton sudah pasti diperankan dengan pura-pura....

Apa sih pura-pura itu ?
Pura-pura adalah kata yang artinya: tidak sesungguhnya.

Jadi walaupun film atau sinetron itu kisah nyata tetap saja orang yang memainkan perannya "tidak sesungguhnya" meskipun dimainkan oleh orang yang bersangkutan, karena waktu kenyataan pastinya sudah berlalu.

Sesuatu yang tidak sesungguhnya, gak enak kalau dibayangin. Mau coba ? Hayoooo.... pura-pura orang kaya, padahal hartanya pas-pasan, pura-pura baik padahal ada keperluannya atau punya motivasi lain atau malahan mau bermaksud jahat tapi pura-pura baik dulu agar tujuan kejahatannya dapat sukses dilakukan :) pura-pura peduli padahal cuma absen supaya dibilang tidak sombong, pura-pura banyak duit padahal mungkin hasil hutang sana hutang sini, pura-pura orang pintar padahal gayanya aja yang sok pintar ujung-ujungnya tetap ketauan IQ nya pas-pasan dan lain sebagainya.

Nah bagaimana kalau kepura-pura-an itu kita lakukan ? pasti capek batin dan capek perasaan bukan ?? karena harus beracting agar kepura-puraan itu tidak ketauan. Wah.. wah.. wah..... bagaimana kita melakoninya ? melihat orang beracting di film atau sinetron saja kebayang capek, makanya tidak heran para tokoh pemeran film dan sinetron itu shooting dari pagi hingga ke pagi lagi.... :)

Bulan Februari kata orang-orang adalah bulan kasih sayang, soalnya di sana ada 14 Februari yang dirayakan sebagian orang sebagai Hari Valentine. What eperlah sejarah Hari Valentine ini, tapi kalau diambil sikap positifnya tentu mengingatkan kita agar melakukan tindakan kasih kepada siapa saja.
Nah... ngomong-ngomong soal Kasih, ini yang asyik dibicarakan, tapi tak semudah membicarakannya. 

Kasih sejati hanya ada dalam Yesus Tuhan, karena Kasih Nya lah kita semua diampuni dan diselamatkan. Kasih Tuhan tak terbatas, menembus ruang dan waktu. 
Saya cenderung untuk mengambil judul "Kasih Tidak Pura-pura" habis... jaman seperti ini banyak kepura-puraan yang semakin tajam, jadi hidup yang dibilang sebagai panggung sandiwara semakin nyata. Banyak topeng kepura-puraan disekeliling kita, sampai-sampai kita juga agak bingung, kita sendiri sedang berpura-pura atau sungguhan pura-pura... haaaaaaaaaaaaaa sami mawon dong...

Kasih yang tidak pura-pura, sulit dan teramat sulit melakukannya. Karena kita manusia yang berdosa. Meskipun berusaha untuk tidak pura-pura tetap saja meski kecil... kita masih suka pura-pura. Tapi kalau kita sadar akan hal itu, masih baik. Artinya hati nurani kita masih peka, daripada sudah jelas pura-pura tapi kita meyakini orang bahwa tidak pura-pura, malah jadi orang yang munafik dunks....

Seperti apa Kasih yang tidak pura-pura itu ? bagaimana melakukan Kasih tanpa kepura-puraan ? teladanilah Tuhan Yesus, mintalah Roh Kudus membimbing agar manusia kedagingan kita tidak menguasai kita sehingga Kasih yang Tuhan teladani dapat kita terapkan dari hari ke sehari semakin baik dan baik sampai kesudahan jaman. Karena Kasih tidak akan pernah cukup dilakukan dalam beberapa kurun waktu. Tapi Kasih dilakukan sepanjang kehidupan kita sampai ajal menjemput. 

Semoga blogger tidak juga sedang pura-pura membaca atau pura-pura menyimak tulisan ini atau pura-pura mikir atau pura-pura instropeksi padahal lagi berangan-angan. Haaaa... peace yaks....


@banjarbaru






Sabtu, 26 Januari 2013

sampai berapa lama lagi menunggu

"Menunggu"  adalah kata pasif yang berarti tidak melakukan apapun. Dan kata 'menunggu' ini adalah kata yang biasanya dikatakan orang sebagai sesuatu yang membosankan, karena itu tadi, tidak melakukan apa-apa.

"Menunggu" yang berasal dari kata 'tunggu' ini amat erat dengan kata 'harap' jadi umumnya kata "menunggu" yang adalah satu bentuk kata kerja yang didalamnya juga ada unsur "harap" yang akhirnya menjadi kata kerja "harapan" yang membuat orang melakukan tindakan nyata akan 'harap' tersebut.
Setiap orang yang 'menunggu' akan sesuatu pasti 'berharap' sesuatu yang ditunggunya itu terjadi sesuai dengan keinginan atau harapan  orang tersebut. Sehingga karena "menunggu" ini berkawan akrab dengan "harapan" maka orang yang sedang "menunggu" dapat terus melakukan segala hal selain yang tentunya berhubungan dengan sesuatu yang 'ditunggu' itu  agar saat yang ditunggu tersebut menjadi kenyataan atau terjawab. Dan "menunggu" ini juga erat hubungannya dengan "waktu", karena sesuatu yang ditunggu bisa terjawab atau terkabul dengan waktu seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya.

Blogger, sesuai dengan judul diatas 'sampai berapa lama lagi menunggu' sudah pasti  tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sesuatu tersebut. Jadi bisa dibayangkan, betapa orang yang menunggu sesuatu dengan berharap penuh dengan waktu yang tidak diketahui kapan tiba saatnya, sudah pasti orang tersebut melakukannya dengan penuh perjuangan. Dan satu lagi..... unsur "menunggu" juga erat hubungannya dengan 'setia'.

Banyak kisah yang sering kita dengar dari kisah kehidupan orang sekeliling kita dengan "menunggu" tersebut. Seperti contoh seseorang ketika ada saudaranya yang koma sekian lama, dengan menunggu penuh harapan sampai suatu ketika orang yang koma tersebut siuman. Saat siuman, sang waktu lah yang menentukan. Dan ketika waktu itu tiba, maka unsur setia atau kesetiaan juga mengiringnya.
Sudah pasti, orang yang menunggu dengan penuh harapan dilakukan dengan kesetiaan pada saatnya waktu yang menjawabnya, apakah yang ditunggu sesuai dengan harapan atau tidak.
Jika menunggu tidak dibarengi dengan kesetiaan, maka sudah pasti sesuatu yang ditunggu akan pupus ditengah jalan. Pupusnya sesuatu yang ditunggu ini tidak lagi dapat dikatakan "ditunggu" karena artinya sudah diputuskan untuk diabaikan. Jadi bukan sesuatu yang ditunggu lagi bukan ?

So.... minimal dengan uraian saya diatas, maka bisa terjawab dong, bagaimana jika kita adalah "objek" yang "ditunggu" itu... Kebayang kan ? betapa kita sudah menyusahkan orang lain ketika kita menjadi orang yang 'ditunggu'.
Ditunggu untuk apa ? macam-macam.... tapi dalam tulisan saya ini, saya ingin sampaikan bagaimana kah jika kita pribadi yang ditunggu oleh orang lain untuk melayani Dia ?

Memasuki tahun 2013, orang bilang tahun baru. Dan begitu "selalu" dikatakan ketika masuk tahun yang berganti, kita semua mengatakan tahun baru, padahal jika kita instropeksi diri, apakah benar kita memasuki tahun baru ? sepertinya kita masuk ke tahun yang baru dengan pribadi yang lama. Dengan impian-impian yang lama, dengan tujuan hidup yang lama pula, tidak merubah untuk melakukan hal yang baru, tujuan baru yang tentunya identik dengan perubahan dari aktifitas, komitmen dan lain-lain. Jadi kita masuk tahun baru atau kita masuk tahun yang berganti dengan pribadi yang lama ?

Maka dari itu, orang yang malas melayani Tuhan ditahun yang sebelumnya, tidak berubah, masuk tahun yang katanya tahun baru 2013 tetap sama, malas melayani Tuhan. So.... betul kan apa yang saya katakan diatas ? tahun yang berganti sebenarnya bukanlah tahun yang baru, karena pribadi tersebut tidak masuk untuk menjalani tahun yang baru itu dengan perubahan yang baru, hati yang baru, komitmen yang baru, goal/tujuan hidup yang baru yang berguna bagi diri sendiri, sesama dan lebih dari itu bagi hormat kemuliaan Tuhan.

Jadi, jika kita adalah pribadi yang menjadi objek yang 'ditunggu' tersebut, betapa kita menyusahkan orang lain. Orang lain menunggu dengan penuh harapan dengan perjuangan dan kesetiaan, yang pasti dibarengi dengan doa permohonan agar kita mau melayani Tuhan. Kalau kita sudah membayangkannya, tunggu apa lagi, segera ambil tindakan iman dengan melangkah dan berkomitmen untuk mau datang melayani Tuhan.
Jangan sampai orang yang menunggu kita memutuskan untuk mengabaikan kita sehingga kita bukan lagi menjadi orang yang ditunggu untuk melayani, sedih bukan ????????????


Senin, 21 Januari 2013

Your voice



Kita semua pasti memiliki kesan terhadap orang lain yang kita temui, apakah kepada orang yang baru ditemui sepintas atau sudah menjadi teman bahkan menjadi orang yang special. Tentu beragam... 
Jika kita bandingkan bagaimana orang yang selintas kita temui dengan orang yang sehari-hari atau dengan orang yang sangat dekat dengan kita, tentu akan berbeda kepekaan kita terhadap orang-orang tersebut bukan ?
Oleh sebab itu tidak heran jika kita bisa mengetahui siapakah yang akan muncul hanya dengan mendengar langkah kaki atau aroma yang kita cium bahkan dari cara membuka pintu atau menstater kendaraannya, serta tidak jarang pula kita tau orang yang dibenak kîta ketika menyantap makanan yang dihidangkan dan kitapun bisa mengetahui seseorang hanya dengan membaca tulisan yang diuraikannya.

Ketika mengetahui dengan pasti dan jelas orang yang kita maksud hanya dengan ciri ciri yang khas tersebut, sudah pasti karena kita dekat dengan orang tersebut. Tidak mungkin kita bisa tau dengan pasti seseorang itu jika kita tidak dekat dengannya terlebih jika orang itu adalah orang yang amat special untuk kita.

Satu kisah nyata pernah saya alami yang sampai saat ini begitu membekas dalam ingatan saya. Ketika saya bertemu dengan seseorang di kampus lalu kami akhirnya dekat, sekalipun seseorang ini tidak tinggal di Jakarta alias orang rantauan, satu kali dia harus kembali ke kota dimana dia tinggal, dan akhirnya kami berkomunikasi via surat atau telphone rumah, kala itu belum ada handphone.
Orang ini amat baik, sopan, simpati dan berwibawa. Wawasannya luas dan amat cerdas... kalau saya berbincang bincang dengannya, bisa sampai lama tidak terasa, karena ada hal baru yang selalu saya dapatkan. Joke-joke nya juga segar dan buat saya terpingkal pingkal kalau mendengarnya. Dikarenakan ia harus kembali ke kotanya, jujur saja saya merasakan kehilangan yang amat sangat.... tapi apa mau dikata...

Dengan kedekatan kami ini maka saya punya sesuatu dari dia yang tidak pernah bisa hilang dari benak saya yaitu ciri khas suara dan bicaranya yang tidak bisa mengucapkan "R". Banyak kawan saya yang tak bisa mengucapkan "R" namun tak separah dia haaaaa....
lengah sedikit, wahhhh sudah tidak tau dia bicara apa. Nah suara yang khas inilah yang membuat saya mengenalinanya di tahun 2000, ketika setelah kurang lebih 5 tahun ia menghilang sejak tahun 1995.

Dari tahun 1992 hingga 1995 dimana kami intenst berkomunikasi tapi ia menghilang bak ditelan bumi, hingga tahun 2000 kami bertemu disatu tempat yang tidak terduga, di kawasan sukabumi, kala itu saya sedang mengadakan acara reat-reat anak sekolah minggu, dan ketika saya sedang mengurus 1 anak yang mau makan, terdengar oleh saya suara yang amat saya kenal, jelas sekali, spontan saya mencarinya disekeliling saya dannnnnnn amazingggggg....... saya melihat orang itu dan dia pun melihat saya dan kami pun sama-sama surprise sehingga perkataan yang sama-sama dilontarkan hanya: 'loh.. kok ada disini ??...'
Sanking tidak percayanya, saya cubit tangan saya karena tidak mau saya melihat orang yang didepan saya hanya berupa halusinasi atau hantu gentayangan... haaaaaa.... dan waktu itu saya merasakan sakit dengan cubitan saya sendiri, artinya orang yang saya lihat adalah manusia sungguhan, bukan bayangan atau jadi-jadian :) 

Singkat cerita akhirnya kami bertukar informasi....

Blogger..... satu peristiwa  yang tidak diduga dan disangka sama sekali, tapi bisa dipertemukan kembali setelah jeda sekian lama pada waktu itu, terpikir oleh saya adalah: jikalau saja saya tidak mengenali suara itu dengan jelas, maka pertemuan kembali itu tidak akan pernah mungkin terjadi.
Karena ketika suara yang khas itu terdengar oleh saya, dan saya pun mencari suara itu, maka disitulah pertemuan kembali terjadi.

Lalu apa dampak yang saya peroleh setelah pertemuan kembali dengannya ? sudah pasti akhirnya saya mengetahui mengapa ia menghilang selama 5 tahun saat itu, dan akhirnya kami bisa kembali berkomunikasi walaupun ditahun 2010 silam kembali ia menghilang layaknya embun pagi hari yang lenyap lantaran hari semakin siang, tapi sekonyong konyong kembali 2012 ini ia muncul lagi menampakan diri seperti tongkat yang disulap oleh pesulap menjadi bunga dalam sekejap. Tapi minimal saya tau dengan kebiasaanya dan gerak geriknya....

Bagaimanakah kita dengan Tuhan ? seringkali kita menyalahkan Tuhan ketika kita berseru pada-Nya namun menurut kita, kita tak mendapatkan jawabannya saat itu juga, seringkali lama baru kita mengetahui jawabannya. Padahal Tuhan sudah berulang-ulang mengatakannya pada kita, tapi kita tak mengenali suara-Nya.
Bagaimakah kita dapat mengenali suara Tuhan jika kita tidak dekat dengan-Nya dan tidak intenst berkomunikasi dengan-Nya? lalu tidak membangun persekutuan yang intim dengan-Nya ? 

Ya..... seperti kisah saya di atas kita bisa mengenali suara seseorang jika kita dekat dengannya. Kita bisa mengetahui seseorang dari tulisannya, masakannya, kebiasaannya dan lain-lain yang spesific tentunya jika kita mengenal dengan dekat orang tersebut, maka kenalilah Tuhan kita dengan mendekatkan diri kita pada-Nya. Menjadikannya sahabat dan kekasih bagi kita sehingga kepekaan akan suara dan kehendak Tuhan dapat kita rasakan dan ketahui.

Memang benar ada pendapat yang mengatakan bahwa belum tentu ketika kita dekat dengan seseorang maka kita selalu mengenalinya, tidak jarang ada orang yang tertipu oleh orang yang justru dekat dengannya.  
Namun tidak demikian halnya dengan Tuhan karena Tuhan bukan penipu, justru lebih sering manusia yang salah mendeteksi suara Tuhan atau suara hantu. Orang yang dekat dengan Tuhan saja bisa salah mendengar suara Tuhan karena keterbatasan kita sebagai manusia berdosa, sedangkan Tuhan itu suci adanya, apalagi kalau manusia itu sendiri tidak mau mendekatkan diri kepada Tuhan, maka akan lebih tak mengenali suara Tuhan.....

Bersyukurlah jika kita punya komitmen membangun komunikasi dengan Tuhan melalui jam-jam doa kita, bersyukurlah kita memiliki kerendahan hati untuk minta Roh Kudus memberikan kepekaan kepada kita untuk mau dipimpin dan diasah hingga naluri dan kata hati bisa mengontrol kita sehingga kita mengenali suara dan kehendak Tuhan yang membawa kita terus untuk diperbaharui dari hari kesehari sampai tiba proses kesempurnaan waktunya Tuhan nyatakan bagi kita.

Selamat menikmati dan mendengarkan suara Tuhan..... bukan suara hantu loh....


BD, 01:21pm

Rabu, 16 Januari 2013

life

there comes a time in life, 

when you walk away from all the drama 

and people who create it.

surround yourself with people who make you laugh, 

forget the bad, and focus on the good

love the people who treat you right

pray for  the ones who don't

life is too short to be anything but happy

falling down is part of life, getting back up is living

Sabtu, 12 Januari 2013

mawar ini tetap merekah

Mawar ini tetap merekah,
walaupun detik, menit, hari bahkan tahun telah berlalu

Mawar ini tetap merekah,

sekalipun terpaan angin, udara dan debu yang menempel

Mawar ini tetap merekah,

walau tak satu melihatnya, memegang bahkan menghirup harumnya

dan Mawar ini tetap merekah,

menanti asa yang selalu ada selama dunia berputar,

serta Mawar ini tetap merekah,

tak membuatnya rontok, layu ataupun gugur kelopaknya

karena Mawar ini akan tetap merekah selamanya,

sebab ada CINTA dan SETIA yang menopangnya,
meski tanpa ucap, tatap ataupun sentuh

sekali lagi, Mawar ini tetap merekah,
menyerbakan dunia dengan kehangatan dan kasihnya, 
yang dipunyainya, hingga memberi rasa disekitarnya... 
sampai si pemilik mendapatkannya...