Kamis, 30 April 2026

Dari Giethoorn, lunch di Frank's Smoke House sampai ke Ladang Tulip

 



Giethoorn, desa yang tidak memiliki jalan raya, desa ini unik dan kita dapat berkeliling hanya dengan menggunakan perahu, setiap rumah ada cerita dan sejarahnya... dan hal ini tetap dijaga oleh pemerintah hingga kini wisatawan bisa berkunjung menikmati suasana desa tersebut, ahhh indah, segar dan sehat sekali tinggal disini....












Hingga akhirnya kampung tengah mulai bernyanyi, kita mampir dulu lah ke Frank's Smoke House menikmati ikan asap dengan view pemandangan yang indah





gereja di kawasan resto











Habis makan ikan yang sehat dan lezat.. keindahan mata akan dimanjakan dengan bunga-bunga tulip yang indah nan cantik.. yuks kita puas-puasin deh...

Kedatangan kami memang sengaja memilih di bulan April-Mei dengan harapan agar bisa menikmati bunga tulip, dan Puji Tuhan... ketika kami datang pas sekali musim berbunga dan memetik, infonya kalau di Keunkenhof sudah padat berdesakan orang-orang masuk, dannn saya sudah pernah kesana, tempatnya terbatas karena sebatas taman... dan tidak bisa dipetik bahkan dipegang pun rasanya takut ditegur... jadi  paling hanya bisa untuk berfoto dan  menikmati keindahannya dengan melihatnya... 
Untuk ladang tulip,jauh berbeda senasinya.. karena memang diperuntukan dipetik jadi yaaa ladang ini bebas untuk ditidurin, diduduki hahahah... yaa karena mereka untuk terus berinovasi agar bisa menghasilkan jenis tulip yang bermacam-macam ya....


Ladang tulip, tersebar dan beberapa lokasi berinovasi untuk  bisa dijadikan tempat wisata on the spot langsung ke ladang tulip, menurut informasi dari P Eka, ladang-ladang ini memang diperuntukan dipetik atau dipanen karena ini wadah buat mereka para petani tulip untuk terus berinovasi membuat tulip berkembang biak dengan aneka warna dan bentuk... jadi beruntung bunga-bunga ini dapat dipetik oleh wisatawan, bahkan penduduk setempat, mereka bisa berkunjung dengan membayar beberapa euro saja sudah bisa sekalian petik bunganya untuk menjadi hiasan dirumah mereka.
Kami pun melakukan petik bunga tulip ini walau hati gak tega, waktu mencabutnya, sampai bunyi klek... hati seperti tersayat... awalnya gak sanggup, kan lumayan keras, jadi waktu dicabut keras, kok jadi lebih baik gak usah dicabut... tapi kepingin cabut.. nah berantem kan hati.. karena mau ada sensasi memanennya juga dan kepingin untuk ditaruh di apartemen jadi "terpaksa" deh mencabut dengan pergumulan... lebih banyak memetik yang kuncup karena mau lihat proses mengembangnya ketika di apartemen nanti...


Narsis dulu lah
       

        


 
Mengambbil foto dengan semangat dan penuh keceriaan, kapan lagi kan bisa menikmati ladang tulip yang cantik ini.

tik tok an dulu dong...


Memilih bunga tulip dari yang kuncup dan mekar


lupa sekeliling, asyik memetik tulip


Cukup lama kami di ladang tulip ini... begitu menyenangkan hati begitu bahagia.. memang ya.. kalau kita senang dengan bunga-bunga, hati ikut terbawa senang riang bahagia.... jadi jangan membasmi bunga-bunga ya kawan... itu membuat kita happy.....



Puas dengan mata yang dimanjakan oleh bunga-bunga cantik, waktunya untuk bersantai memanjakan hati dengan ngemall ke De B'Jengkorf sebuah tempat perbelanjaan barang branded... kebetulan ada yang titip tas yaaa kita mampir disini untuk belanja dulu...







Didepan area gedung perbelanjaan ini, ada  alun-alun yang cukup ramai dan kami pun menikmati keramaian alun-alun ini, tidak lupa kami juga nongkrong lah di starbucks yang berada tepat di sebrang De' B'jenkorf, ada yang ngopi ada juga yang belanja borong coklat... manttaappp...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar