Travelling lagi ke eropa, mengenang perjalanan di tahun 2019 dengan tim berbeda dan 1 kota yang berbeda, kalau 2019 saya ke Belanda, Belgia dan Jerman dengan kota Osnabruk, kali ini Jerman dengan kota Cologne. Masih dengan P Eka - Serbalanda yang menemani kami berlibur... Dengan menggunakan Turkish Airline, kami pergi Minggu dan tiba di Amsterdam pukul 10.30 waktu setempat. Proses imigrasi yang lumayan panjang mengular, kami memulai langsung pergi ke Zaanse Schans yaitu tempat wisata budaya ikonik dekat kota Amstedam Belanda yang menampilkan pedesaan Belanda abad ke 18 dan 19. Memiliki daya pikat Kincir Angin asli yang sampai saat ini masih beroperasi untuk menggiling biji-bijian dan memompa air.

Melengkapi kebahagian travelling, kegiatan di bandara kami isi dengan berbagai konten tiktok, karena penerbangan masih cukup lama yaitu pukul 21 malam waktu Jakarta, sedangkan kami sudah tiba di bandara sekitar pukul 18 sore, yaaa lebih baik datang lebih awal untuk check in lebih santai dari pada terburu-buru.
Suasana bandara yang terlihat cukup ramai, masih tidak berasa terdampak perang Iran vs USA Israel... meski dipapan layar masih banyak terlihta penerbangan yang cancel dengan rata-rata ke wilayah timur tengah akibat perang. Kami beruntung tidak mengalami dampak dan bisa berangkat ke negri belanda ini.
Penginapan kami pilih di kawasan Uitgeest, apartemen perumahan yang hening, dingin dengan latar belakang danau yang indah, kawasan tanah luas dengan pemandangan hijau dan pepohonan yang terbentang, sangat nyaman untuk bermalam disini... saya booking melalui hotel.com dan Puji Tuhan tempat yang kami pilih tersedia dan ready digunakan. Berhubung waktu chek in apartemen di pukul 16 waktu setempat, sedangkan kami tiba di 10.30 an maka kami berkeliling langsung sambil menunggu waktu check in apartemen. Kincir angin Zaanse Schans ini yang kami pilih, dengan udara yang luar biasa dinginnya, kami menikmati coklat panas, kopi panas dengan memandang kincir angin yang banyak sekali... menurut info, tahun depan untuk masuk kawasan ini dikenakan biaya... wahh lumayan lah kami saat ini masih bebas untuk berkunjung.

Tiba di Amsterdam Schiphol Airport, kami dijemput oleh P Eka, masih sama saja penampilannya 7 tahun yang lalu, awet muda juga P Eka ini.... sempat berfoto di depan bandara... meski ada hujan rintik rintik menyambut kehadiran kami... dan karena sudah siang juga jadi sempatkan diri mengisi kampung tengah, P Eka merekomendasikan Warung Barokah Ibu Sri.. wah dari namanya saja udah terbayang rumah makannya pasti masakan rumahan, dan benar saja, kami datang di warung barokah ini seperti warteg, tapi yaaa warteg di luar negri.. nasi ramesnya seru.. sayuran 2 macam, pauk nya 1 macam ditambah 1 telur dan jika mau tambahan ada sate, bakso dll.....
Serasa dirumah sendiri lah, kami pesan makanan tidak pakai ragu lagi dan ketika makanan datang.. bingooooo..... porsinya jumbo.. wkwkwkwk banyak bangettttt.... yaaa namanya juga untuk perut orang bule kali ya.. jadi kami kena imbas dapat porsi segunung... wahhhh maknyus lah kami makan dengan lahap dan sambil mengimbangi dinginnya cuaca kota amsterdam ini.