Rabu, 19 Februari 2014

pribadi yang menjadi berkat

Tau kah kita bahwa menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain itu imdah ?
Yup..... menjadi orang yang disukai oleh orang lain pasti impian banyak orang. Keika kita menjadi orang yang disukai, disenangi bahkan disayang oleh sekeliling, pasti menyenangkan bukan ??

Namun, yang seperti apakah yang dimaksud dengan disukai, disenangi atau disayang oleh sekeliling kita?
Yang pasti bukan sekedar menjadi orang yang ringan tangan untuk memberi bantuan saja, atau yang mudah menolong saja, dan juga bukan yang sekedar menghibur dengan lelucon-lelucon ringan sampai berat hingga mampu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal, serta bukan juga sekedar memberikan janji tanpa ditepati.

Banyak orang mudah berkata-kata manis, tapi dalam kenyataannya hidupnya tak seperti yang diperkatakannya. Banyak orang mudah memberi janji, memberi harapan-harapan palsu hanya sekedar untuk menyenangkan orang untuk sesaat. Beribu jawaban dan alasan ketika ditanya "mengapa kamu mudah sekali berkata YA pada semua orang"
Tidak heran jika kita mendengar jawaban "ah... biar cepet aja" atau "ya... biar dia senang" ada juga yang menjawab "ya... kan berbuat baik dan menyenangkan orang lain pahala..." dan masih banyak lagi jawaban-jawabannya.

Blogger, menjadi orang yang disukai, disenangi bahkan disayang orang lain tidak seperti uraian diatas. Kita tidak sedang melawak ketika orang membutuhkan penghiburan dari kita. Kita juga bukan raja gombal ketika orang memerlukan kepastian dari kita. Dan kita bukan orang yang tak bisa dipercaya sewaktu janji-janji surga kita ucapkan. Ingat, menjadi orang yang berintegritas pasti dikagumi oleh orang lain. Pada saat kata dan tindakan tidak sejalan, pupus sudah integritas itu, saat perbuatan kita sudah tidak dipercaya, rontoklah integritas kita dimata orang lain.

Pribadi yang menjadi berkat bukanlah seseorang yang menebar pesona, ia juga bukan orang yang berharap dielu-elukan bak seorang selebritis, dan ia juga bukan orang yang penuh kepura-puraan, menjadi orang yang munafik, dan juga bukan orang yang ingin diakui, dihargai dan disanjung.

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda, tetapi jadilah teladan bagi orang lain dalam perkataan, dalam kasih mu dan dalam kesucian mu.
Kalimat ini jelas, pribadi yang menjadi berkat adalah orang dengan kepribadian bersahaja yang apa adanya, tanpa kepura-putaan. Untuk itu ia pasti mudah menjadi teladan.
Kalimat diatas juga menggambarkan, pribadi yang menjadi berkat adalah pribadi yang dapat dipercaya. Dipercaya ketika berkata-kata dan berbuat. Pribadi yang menjadi berkat juga adalah orang yang rendah hati, tidak megahkan diri.  Dapat diandalkan ketika memang bisa dan bersedia untuk diandalkan. Dipercaya saat mengatakan tidak bisa atau tidak mampu. Karena pribadi yang menjadi berkat bukanlah manusia super hero yang harus selalu bisa, selalu ada dan selalu bersedia. Tetap manusia dengan keterbatasannya.

Sudah siapkah menjadi pribadi yang menjadi berkat ??


Selasa, 18 Februari 2014

tolong bantu beri judul

Ketika mendengar kabar bahwa om ku meninggal dunia, sontak kaget dibuatnya. Karena pasalnya kematian om sangat mendadak, tidak ada informasi sakit atau lainnya. Semua fine-fine saja. Meskipun jarak kami jauh, om di sumatera sana, tapi kedekatan kami antara om dan ponakan cukup hangat. 
Dia adalah om ku, adik dari papa ku. Adik laki bontot.... sempat lama om ku tinggal bersama dengan kami ketika aku masih kecil. Jadi banyak cerita yang aku tau tentang om ku tersebut.
Dari mulai jatuh cintanya beliau pada seorang gadis sampai hingga kini memiliki putra semata wayang. Maka dari itu, ketika mendengar telah meninggalnya beliau membuat kami jadi terbayang kenangan masa lalu. 

Namun karena keadaan pekerjaan dan kegiatan lainnya yang sulit kami tinggalkan, maka tidak ada satupun dari kami yang dapat pergi ke Sumatera. Akhirnya kami titipkan salam dan berkat melalui om ku yang ada di Jakarta yang kebetulan dapat pergi ke Sumatera. Cukup mengenaskan mendengar kabar kematiannya, yaitu ketika om ku sedang berada di kedai, asyik minum kopi bersama kawan-kawannya, tiba-tiba saja om terjatuh dan pingsan. Saat itu juga segera dilarikan ke rumah sakit oleh kawan-kawannya, tapi malang dirundung malang, nyawa om tidak tertolong... 

Sempat bertelphone ke tante, begitu sedih tante ditinggal mendadak oleh om.. kami hanya dapat memberikan kata penghiburan agar tante tetap kuat, tabah dan semangat.
Jadi dari saudara bersaudara papa ku, tinggal 1 om laki-laki yang masih hidup, dan tinggal di Jakarta. Sedangkan papa dan om ku yang tinggal di Sumatera telah "pulang" terlebih dulu ke rumah Bapa di sorga.

Hari pun berlalu sekitar 3 minggu lamanya. Sudah pasti kehidupan berjalan terus dan segala aktivitas pun pasti bergerak. 

Tapi berita mengagetkan kembali terdengar, tiba-tiba saja adek memberi informasi kepada kami semua kakak beradik bahwa tante meninggal yang notabene adalah istri dari om ku yang baru 3 minggu sebelumnya telah berpulang lebih dulu...
Duhh... sontak hati terkejut, kaget dibuatnya dengan berita itu. Belum ada sebulan seorang ayah dipanggil Tuhan dan selang 3 minggu saja berlalu seorang ibu dipanggil Tuhan pula. Lantas bagaimana dengan anak semata wayangnya ??

Sungguh tidak terbayang oleh pikiranku, kehilangan harta benda atau hal-hal duniawi lainnya mungkin mudah dihadapi, tapi ketika kehilangan seseorang yang dikasihi amatlah sulit untuk dihadapi, bahkan lebih dari itu, kehilangan sekaligus dua orang yang dikasihinya dengan waktu yang berjarak pendek. Terbayang dibenak ku rumah duka kembali dibuka, yang 3 minggu sebelumnya rumah duka ada karena sang ayah dipanggil yang Maha Kuasa lalu, belum selesai kesedihan itu hilang, rumah duka menjadi kedua kalinya ada menerima tamu dan handai taulan yang datang....

Dengan berita ini ada, kembali kami berkumpul membicarakan/membahas untuk apa yang selayaknya kami lakukan sebagai saudara bersaudara, sekalipun tetap saja apapun yang kami perbuat tak membuat suasana hati sepupu terobati. Pasti akan memakan waktu yang cukup lama untuk mengobatinya... 
Dengan demikian kami pun menelphone sepupu, tak kuasa hati ketika terdengar dari sana perkataan "belum 1 bulan kak..... sekarang mama yang gak ada" (sambil terisak tangis). Kelu lidah untuk mengucapkan kata-kata penghiburan, seolah beku dan bertulang hingga hanya diam saat menelphone sepupu. Tinggal telinga saja yang mampu menampung curahan hati sepupu serta air mata yang ikut menetes tanpa bisa berkata-kata... Oh my God.... sulit membayangkannya.... 

Ketika sudah tenang, ucapan hanya bisa keluar: kamu sabar.... tenang...

Mungkin jika saat itu kita miliki seluruh dunia ini lalu diberikan sebagai penghiburan, percayalah tak kan mampu membayar rasa sedih yang dialami sepupu ku.... Memang hanya kekuatan dari Tuhan saja yang mampu menopangnya. Dan hanya bisa berdoa agar kekuatan itu diberikan Nya supaya sepupu ku tetap tegar....
Telphone ditutup, terdiam dengan berbagai macam pikiran yang bekecamuk, lalu berencana lah kami untuk berkumpul dan membahas sang sepupu kelanjutan hidupnya. Karena biar bagaimana pun juga ia menjadi tanggu jawab dari adik ku.

Hidup... sulit diterka dan tidak ada satupun yang dapat merangkumnya lalu menyimpulkannya untuk hari esok atau masa depan atau beberapa detik ke depan. Karena hidup hanya dimiliki oleh Sang Pencipta. Dia lah yang mampu memberikan hidup dan hanya Dia juga yang mampu mengambil kehidupan dari setiap orang. Untuk menjadi bagian kita saja lah memaknai hidup dengan bijak karena kelak ketika hidup itu diambil oleh Sang Pencipta, tidak ada kata sesal jika kita telah mengisi hidup itu dengan bijak....

 

 

kangennnn...

Achhh.... lamanya tidak ngeblog lagi, kangen cekaleeee.... :)

Tidak terasa beberapa bulan lamanya tidak intip di blog saya sendiri. Pekerjaan yang sungguh menyita waktu dan tenaga membuat saya "mengesampingkan" blog teman setia saya ini. Dan sekarang sudah longgar tidak terjepit oleh pekerjaan dan kegiatan yang menguras tenaga, saya kangen untuk menulis kembali.

Duhhh..... banyaknya pertanyaan blogger untuk postingan tulisan saya yang baru.. Hooo... maap yaks jadi menunggu terlalu lama untuk menanti postingan saya... Heee gak ge-er loh...

Tunggu yaks.. 


Rabu, 16 Oktober 2013

my birthday...

Hari ini 16 Okt 2013, bertambah satu tahun lagi usia ku, tiap kali juga aku merasakan baiknya Tuhan itu memelihara hidupku. 
Kali ini aku bahagia, karena tepat di hari ini, entah kebetulan atau apapun namanya, aku bisa duduk bareng untuk menikmati hidangan malam yang segar dan enak untuk disantap dengan dia yang ngangenin :)

Kita bercerita panjang lebar dan senang hati rasanya, bahkan menu yang didepan meja sepertinya menjadi kalah cita rasanya ketimbang kami berbincang-bincang, achhh.... bahagianya....

Salah satu resto yang ada di pusat kota Jakarta. Dengan jenis menu ala Jepun tentunya... walau tidak terlalu lama, cuma sekitar 2 jam-an saja.... tetap menunggu dia katakan "happy birthday" :) tapi sampai pulang tak satu kata itu keluar... haaaaaa.... rupanya lupa dia, but no problemo, berhubung sudah terbiasa dari ke alpaannya, jadi tidak terlalu galau.... toch bisa kongo-kongo juga sudah senang, apalagi ditraktir pula... berhubung tidak bicara apa-apa jadi biarkan dia yang membayar semua menu didepan meja ini.. haaaaaaaa....

Akhirnya bertemu juga melepas rindu... :) maybe menunggu 1 tahun lagi untuk bisa duduk bareng menikmati menu tahunan di tiap kali 16 Oktober ?? I don't know....



Sabtu, 03 Agustus 2013

ketika daun tak marah pada angin yang membuatnya rontok jatuh ke tanah

Hidup misteri, dan hidup adalah sebuah perjalanan panjang, ia seperti mata rantai yang menyambung dari pangkal hingga ujungnya. Menyikapi hidup itu lebih penting, karena kita akan lebih bijak mengisinya.

Alkisah adalah seorang pemuda yang begitu energic, bersemangat, gesit dan cukup cerdas, ia mengisi harinya dengan tujuan goal yang jelas. Begitu sangat dapat diandalkan, hingga menjadi bagian yang bisa jadi menentukan, betapa tidak, ketika sisi lain terpuruk, ia gigih berusaha untuk menutupinya sampai-sampai iw lupakan penyakit bawaannya yang suka kambuh dan sedikit mengganggunya. Tapi kegigihannyan menumbangkan sakit bawaannya hingga tak dirasakannya. Memang luar biasa gigihnya pemuda ini.
tapi entah mengapa perubahan demi perubahan yang terjadi di sekelilingnya membuatnya frustasi, visi misinyabtak lagi seideal sebelumnya, kegalauan demi kegalauan merasukinys hingga membuat dirinya tak sehebat dulu. Prinsip hidup mulai luntur, keegoisannya kini lebih nampak. Melihat potret diri semakin kabur, demikian perasaannya diungkap, hingga yang menatapnya mengatakan "sayang sekali...."

Kecewa dengan perubahan yang begitu dinamis, tak sadar nembuat pemuda ini tak memperkuat pertahanan diri, hingga akhirnya gala menghampirinya, dan mencari jalan keluar dari kegalauan ini pun menjadi hantam kromo. Asyik dengan dunianya sendiri, bak autisme saja pemuda menjalani hidupnya. Hingga satu ketika, disaat benteng itu tak terjaga dengan kokoh akhirnya rubuh juga Benteng pertahanan diri ini adalah kekuatan jasmani dan rohaninya.

Asyik dengan dunianya sendiri membuat pemuda ini terseret jauhhhh.... seperti menunggu bom meledak saja. Dan..... buummmm.... saat bom itu meledak, ia tak kuasa menghindarinya. Emosi dan kegeraman, itu yang merajalela menguasai dirinya.... miris memang.
Nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak ada guna. Jeoutusan yang telah diambil harus dapat dioertahankan, sekalipun itu salah. Janganlah menjilat ludah sendiri yang telah dibuangnya, demikian kata bijak merumuskannta.

Perbaiki diri dan jylitas hidup di kemudian hari jauh kebih bijak ketimbang meratapi diri. Ambil langjah tentujan tekad vulat menapaku hari di depan, karena hari berjalan bergulir terus.Toch tak pernah daun marah pada angin ketika ia rintok jatuh ke tanah lantaran ditiup oleh angin.

Berpikir dan bertindaklah lebih bijak.

Rabu, 05 Juni 2013

surat misterius...


Ketika Cynthia Rigss (81) menikah dengan Howard Atterbery (90) di sebuah gereja pekan lalu, peristiwa itu menjadi babak baru romansa mereka yang telah berjalan lebih dari 60 tahun.

Cynthia, seorang mantan ahli geologi yang kini menulis novel misteri dan pemilik penginapan di Vineyard, tidak pernah sekali pun memikirkan Howard sejak mereka berdua bekerja bersama 63 tahun yang lalu. Sebelumnya mereka bekerja menghitung plankton di Scripps Institution of Oceanography di San Diego, dan mereka mengatasi kebosanan dengan menulis catatan berupa kode yang mereka ciptakan bersama di atas tisu toilet.

Jadi, ketika tahun lalu Cynthia menerima catatan pendek berisi kode tersebut, ia benar-benar yakin siapa orang yang mengirimkannya, meskipun catatan itu tidak dibubuhi tanda tangan. Namun isi pesan sangat dalam, “Saya tidak pernah berhenti mencintaimu.” Cynthia akhirnya memutuskan untuk mencari si penulisnya.

“Hal itu tidak mudah karena ia menuliskan alamatnya berupa kode garis lintang dan garis bujur. Dia sengaja melakukannya untuk mengetahui apakah aku benar-benar ingin menghubunginya,” kata Riggs kepada Yahoo! Shine melalui wawancara telepon. “Sayangnya, kode garis lintang dan garis bujur yang ditulisnya salah.”

“Aku salah membacanya,” ujar Howard kepada Shine mengenai GPS yang dia jadikan patokan.

Namun Cynthia tak patah arang. Setelah awalnya tersesat di Baja, California, tempat ia terjebak di beberapa jalan buntu, ia menghubungi Persatuan Dokter Gigi California, sebab dia tahu Howard pernah menempuh pendidikan kedokteran gigi. Usaha itu mengantarkannya ke sebuah alamat dan nomor telepon yang tidak lagi bisa bisa dihubungi. Meski demikian Riggs tetap mengirimkan suratnya ke alamat tersebut. Tak lama kemudian, ia mendapatkan kartu pos dari Howard.

Sejak saat itu, mereka mulai berkorespondensi selama hampir satu tahun, dan hubungan tersebut mengungkapkan banyak hal mengejutkan yang tidak diduga.

Yang pertama adalah kisah pilu, yaitu Cynthia kehilangan putrinya yang meninggal beberapa tahun sebelumnya, dan Howard juga kehilangan putranya di usia yang sama dan di waktu meninggal yang berdekatan. “Itulah yang membuat kami merasa dekat dalam waktu singkat,” kata Cynthia.

Selain itu Howard juga pernah mengatakan bahwa ia ingin memberikan sebuah hal yang sangat istimewa, yaitu sebuah lempengan mangan, berupa formasi bebatuan mangan dan besi berukuran kecil yang berasal dari dasar laut yang dalam. “Setahu saya tidak ada seorang pun yang memiliki benda itu,” kata Cynthia.

“Lucunya, saya memiliki banyak benda itu,” kata Howard. Ia telah memiliki benda itu sejak menulis untuk Smithsonian, saat ia melakukan penjelajahan di Antartika selama beberapa bulan.

Rasa suka Cynthia terhadap Howard terus tumbuh, dan ia semakin didorong oleh para wanita yang mengikuti pelatihan penulisan yang ia pimpin. Mereka terus membahas keromantisan Howard, khususnya saat ia mengetahui bahwa Cynthia suka berkebun.

Howard mengiriminya berbagai jenis benih, huruf pertama dari setiap bunga dan sayuran (hollyhocks, leeks [daun bawang]) dieja “H loves C.” Tanaman tersebut kini tumbuh subur di kebunnya.

Namun Cynthia, yang memiliki empat anak, telah menikah selama 25 tahun, dan telah bercerai 35 selama tahun tersebut, tidak langsung terpikat. “Saya tidak ingin menikah lagi,” katanya, seraya menambahkan bahwa meski ia mengagumi Howard, ia tidak berencana menikah.

Namun, saat Cynthia mengunjungi putrinya di Santa Barbara akhir tahun lalu, Howard mengirimnya tiket kereta untuk berkunjung. Dan Cynthia pun melakukan perjalanan tersebut.
“Terakhir ia melihat saya adalah saat saya berusia 18 tahun,” katanya. “Dan kini saya berusia 81 tahun.”

Howard menemuinya di peron kereta sambil membawa mawar merah dan mengajaknya ke rumahnya lalu menikmati waktu di ayunan halaman belakang rumahnya. “Saya menggenggam tangannya, dan tak lama kemudian saya langsung melamarnya,” kata Attebery kepada Shine. “Saya tahu. Dan dia mengetahuinya.”

“Dia orang yang romantis dan tahu bagaimana caranya menaklukkan saya.”

Bagi Howard itu adalah puncak dari mimpi panjangnya. “Saya benar-benar menyukai Cynthia sejak hari pertama kami berjumpa,” katanya. “Tapi dia tidak tahu.”

Sumber: news@yahoo

Rabu, 08 Mei 2013

your face

bukan cerita bersambung atau puisi bersambung,
bukan kebetulan atau disengaja,
jika dalam blog ku ini pernah ada,
postingan "your voice"

mengenal dari suara saja,
boleh dong mengenal dan memahami wajahnya,
gurat wajah dan lekukannya untuk dia,
yang dikenal dan dikenang,
ingin tangan meraba nya,
menjamah kelok demi keloknya,

diseputar lapangan terbangnya alias keningnya,
disisi-sisi pipi kanan dan kirinya,
dijendulan tepat ditengah wajahnya,
yang lebih diakrab sebutan hidung, tentunya...
terus menurun pada lipatan dagunya yang halus,

ku punya siluetmu, yang utuh tersimpan,
kok bisa ? dari mana ?
Oooo... tentu siluetmu yang rapih tersimpan dalam memori ku :)
jika ku bayangkan your face dengan alam pikiranku,
dapatlah bentuk siluet wajah mu, persis, tak mungkin keliru
ingin tau bentuknya ? so pasti bisa diprint yang keluar dari hati ku
hahaaaa..... hasil print siluetmu, mengalir ke seluruh tubuh
dibawa oleh segumpal cairan darah merah... 


penasaran ? jangan ach... kau tau bentuk rupa wajah mu,
jadi bercerminlah untuk tau rupa mu,
acchhh wajah mu yang selalu menjadi kenangan,
achhh wajah mu yang selalu ingin ku tatap selalu,
achhh wajah mu yang selalu menempel dalam ingatanku,
achhh wajah mu yang tak kan ku lupakan,
achhh wajah mu.. acchhh wajah mu... achhh wajah mu...
sekali lagi.. acchhh your face.... menggemaskan !!!


he is so good to me

Menjadi orang yang baik pasti impian semua orang. Siapapun ingin menjadi orang baik, pasti akan dikenang, dirindukan oleh orang lain. Meskipun faktanya, semakin ingin menjadi orang baik, justru tetap saja hal yang buruk, yang tidak baik, itu yang kita lakukan, hingga tidak dipungkiri kita jatuh dan jatuh lagi dilubang yang sama. Tidak mudah melakukan yang baik, tidak gampang mempraktekan hal yang baik walupun komitmen ingin selalu menjadi orang yang baik.

Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggal kan nama. Demikian pribahasa yang biasa kita dengar. Namun, manusia mati meninggalkan nama, itupun belum titik, masih koma :) nama yang bagaimana yang ditinggalkan, nama baik atau nama buruk ?

Sesuatu yang dikenang indah, pasti yang baik-baik. Jadi ketika kita senantiasa baik, bertahan sampai pada akhirnya, pasti akan selalu dikenang, lebih dari itu menjadi teladan/model.

Bicara tentang orang yang baik, Saya punya segudang orang yang baik terhadap saya, walau tidak sedikit juga yang jahat pada saya.
Lebih happy mengenang kebaikan orang lain pada saya ketimbang mengenang kejahatan orang yang sudah dilakukan terhadap saya. 
Terlepas orang yang memang benar-benar special (yang sudah pasti masuk dalam kategori baik dunks...) dan orang-orang sekeliling kerabat, sahabat, teman atau rekan-rekan, semua memberikan inspirasi untuk saya juga bisa menjadi orang yang menyenangkan.

Seseorang yang selalu terkenang dalam pikiran saya, dia menjadi inspirasi saya melakukan banyak hal, terkadang ingin selalu "lapor" padanya untuk setiap rencana atau hasil yang telah saya kerjakan. Tidak jarang juga ingin berdiskusi dengannya untuk mendapatkan hasil maksimal untuk sesuatu yang baik. Ada saja ide yang ingin saya utarakan, tapi apa mau dikata, tidak selalu "tersedia" untuk ditemui atau diajak komunikasi.. harap maklum, katanya sibuk urusin client.. haaaaaa....
Ketika ada waktu luang lalu chat, taulah saya sudah sampai dimana dia melakukan ini itu yang baik tentunya, dan selalu saya punya dorongan untuk juga melakukan kebaikan meskipun untuk dunia-nya saya, bukan dia :)
Menjadi orang yang baik, itu sudah pasti seruan yang maha kuasa. Bukan untuk tujuan tertentu agar mendapat berkat-Nya, tapi karena memang sudah seharusnya kita melakukan hal yang baik karena sumber yang kita punyai yaitu yang maha kuasa itu sendiri notabene adalah baik.
Omong kosong, jika kita bisa katakan Tuhan itu baik, tapi kita tidak bisa melakukan hal yang baik. Meskipun bukan 100% kita lakukan yang baik. Karena siapakah kita bisa  melakukan 100% kebaikan ? hanya Tuhan saja yang mampu melakukan hal yang baik 100% bahkan 1000%

Apa ya ukuran kebaikan yang manusia lakukan ? apakah pujian ? atau upah ini dan itu ? atauuuuu.... pengakuan kanan kiri ? atau kemudahan-kemudahan yang kita terima dari orang lain ? atau apa yaaa......

Ternyata kebaikan yang kita lakukan dimana memang sudah seharusnya kita melakukannya karena kita adalah mahluk Tuhan yang berbudi pekerti, walau dalam keterbatasan manusia, untuk kebaikan yang kita lakukan, dimana dalam keterbatasan tersebut, tetap saja insert-nya hal yang tidak baik muncul disela-sela kehidupan kita. Tetap ada "tanda" atau ukuranlah buat kita, meskipun tidak diukur oleh diri sendiri. Bagaimanakah kita bisa mengukur tau mendapatkan tanda atas kebaikan yang kita buat itu. Akan menjadi tidak objektif ketika kita menghitung atau mengira-ngira kebaikan yang kita buat, karena tetap berujung pada hal yang tidak baik yang kita dapati, yaitu kesombongan belaka.
So... ukuran atas kebaikan kita adalah: buah...

Pohon dikenal dari buahnya, ketika pohon berbuah durian barulah kita tau bahwa pohon tersebut adalah pohon durian, atau ketika pohon lain berbuah tomat, maka kita tau bahwa pohon tersebut adalah tomat. Dan tidak cukup sampai disitu, buah apa yang dihasilkian, buah masam, hambar, atau manis ??
Tentunya semua berkeinginan buah yang manis yang didapat, nah demikian juga kebaikan-kebaikan kita, biar lah orang lain yang mengukurnya seberapa banyak buah yang kita hasilkan dan seberapa rasanya buah tersebut..... bukan kita yang menilai, bukan kita yang mengukur, karena kebaikan yang kita lakukan, lakukan saja tanpa mengira atau menghitung seberapa dampak kebaikan kita lakukan untuk orang lain, kalau seperti itu sama saja kita melakukan kebaikan dengan pamrih, perlu balas jasa dan sebagainya.

Lebih enak menikmati kebaikan diri sendiri dengan ketulusan hati, kebaikan yang kita buat dengan tulus, tidak bikin pusing kepala bagaimana kita bisa menerima kembali upah atas kebaikan kita. Kalau seperti itu yang terjadi.. ampun dj... pyusying deh malah mikirin berapa timbal baliknya, dan itu sama saja boong....

Kenanglah kebaikan orang lain terhadap kita, maka itu akan menyejukan hati dan membuat kita untuk terpacu agar bisa menjadi lebih baik. Selamat menjadi orang yang baik.....




















Senin, 06 Mei 2013

tulus memberi

Satu ketika di sebuah panti diadakan acara natal yang sederhana. Panti yang diisi oleh anak-anak seumuran SD. Pada acara tersebut, seperti biasa, sering datang sekelompok organisasi dengan berbagai macam nama datang berkunjung.

Kali ini, organisasi gereja datang berkunjung. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, hingga satu acara mengharuskan seorang anak laki-laki dipanggil maju kedepan. Spontan ketika anak ini maju, semua anak-anak bertepuk tangan sambil berterik: bencong...bencong...bencong...bencong...

Entah apa latar belakang hingga semua anak meneriaki anak laki-laki ini dengan "bencong"
Satu pemuda dari pengunjung rupanya penasaran. Ia berpikir apa yang membuat anak lelaki ini diteriaki bencong, namun dirinya tak canggung, marah atau gusar. Anak ini tetap santai dan menganggap biasa seolah teriakan itu tidak ada.

Pemuda ini lalu menghampiri anak laki-laki tersebut, dengan pendekatannya, ia pun menanyakan mengapa anak ini diteriaki bencong.
Dengan kepolosan dan antusias, si anak menceritakan kejadiannya, begini:

Satu ketika di panti dilakukan suatu kegiatan semacam lomba/permainan. Dan anak laki-laki ini menang dalam permainan tersebut, hadiah ia terima. Lalu dibukanya hadiah tersebut dan ternyata anak laki-laki ini mendapat sebuah boneka Barbie.
Ketika diketahui hadiah itu adalah boneka Barbie, lalu salah satu anak perempuan memintanya dan berkata: untuk saya saja bonekanya, itu kan boneka barbie, buat perempuan.
Tapi anak laki ini tidak mau memberikannya. Hingga terjadi permintaan paksa dan tekanan dari anak-anak lainnya agar boneka barbie diberikan saja pada anak perempuan yang memintsnya. Tapi tetap, anak laki yang mendapat hadiah boneka barbie tersebut tidak mau memberikannya. Ia tetap pada pendiriannya.
Sampai sang guru di panti menghimbau juga agar diberika pada anak perempuan, tetap tidak diberikan.

Pemuda ini mendengar cerita anak lelaki ini dengan seksama, lalu pemuda menanyakan mengapa tidak mau memberikan boneka tersebut.

Anak lelaki ini mulai bercerita bagaimana kehidupan keluarganya. Anak ini katakan, dia memiliki 3 bersaudara. Namun karena kehidupan ekonominya yang tidak mencukupi, orang tuanya memutuskan menyebar 3 anaknya. Ada yang dititipkan di keluarga satu dan keluarga lain serta di panti. Dan setiap periode tertentu ketiga anak berkumpul bersama orang tua nya. Salah satu saudara anak laki-laki ini, tepatnya adalah adiknya yaitu seorang perempuan.
Dan saat anak lelaki ini menerima hadiah dan membukanya, didapati boneka barbie, serta merta ia teringat adik perempuannya dan ia akan memberikannya kepada adiknya begitu mereka pulang ke rumah untuk bertemu.
"aku mau kasih boneka ini untuk adik ku, kak..... minggu depan aku pulang  dan kami bertemu..." demikian anak ini bercerita dengan bangganya bahwa ia akan pulang membawa sesuatu pemberian untuk adiknya.

Harga yang dibayar mahal oleh anak laki-laki ini, untu sebuah pemberian yang tulus diberikan untuk adiknya, dengan ejekan/terikan bencong... bencong... bencong...Dia setia menunggu hari yang ditunggu-tunggu tiba yaitu hari pertemuan dengan adiknya yang di kasihinya untuk segera bisa memberikan boneka barbie yang ia dapatkan yang disertai ejekan bencong di hari yang sama seketika itu juga hadiah diterimanya.

Sudahkah kita seperti anak kecil ini yang tulus memberi sekalipun cukup mahal harga yang dibayarnya dengan ejekan/hinaan yang dilontarkan padanya?

(seperti yang diceritakan K' Jem)

Rabu, 01 Mei 2013

pertolongan ku

ku melayangkan mataku  ke gunung-gunung,
darimanakah kan datang pertolonganku,
pertolonganku datangnya dari Tuhan...
yang menjadikan semesta,
Dia tak kan membuat kaki ku goyah,
penjaga ku tak akan terlelap,
Dia tak kan terlelap Dia tak kan terlena,
Dia menjaga ku dengan setia,
mentari siang tak kan menyakitiku
dan juga bulan di waktu malam,
Tuhan lah yang menjaga ku dari segala bahaya,
Tuhanlah yang memeliharakan nyawaku,
Tuhanlah yang membimbing ku senantiasa,
dari sekarang sampai selamanya.....
aku bersuka la... la.... la...
aku bergembira la... la... la
sempurnalah sukacita ku